Direktorat Jendral (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia terus berupaya meningkatkan pelayanan tehadap masyarakat yang membutuhkan paspor. Di antaranya adalah menyediakan pelayanan bergerak (mobile) rekam biometrik data pemegang paspor.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie. Dia menyebutkan, pelayanan mobile tersebut dilakukan melalui pemanfaatan kendaraan yang dilengkapi unit alat rekam biometrik.

Adanya kendaraan ini dinilainya sangat membantu masyarakat, termasuk para calon jamaah haji yang ingin membuat paspor. Mereka tidak perlu datang ke kantor Imigrasi untuk melakukan rekam biometrik. Selain itu, lanjut Ronny, kendaraan tersebut dapat memfasilitasi warga yang hendak ke luar negeri untuk berobat, sedangkan tidak mampu berlama-lama ke kantor Imigrasi.

“Mobil keliling itu kita melayani kalau ada yang mau berangkat berobat, tapi dia tidak bisa lagi ke kantor karena dirawat,” kata Ronny F Sompie, Jumat (12/4).

Ronny mencontohkan, ketika ada masyarakat yang sakit dan harus berobat keluar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Australia. Mereka cenderung membutuhkan proses yang cepat dalam membuat paspor. Untuk itu, adanya mobil keliling unit rekam biometrik menjadi solusinya.

“Kita layani dengan mobil unitnya. Cetak paspor tetap di kantor, tapi foto sidik jari langsung ditempat,” ujar mantan Kapolda Bali itu.

Ronny mengatakan, mobil unit rekam biometrik ini semua kantor perwakilam imigrasi memilikinya. Tujuan diadakan mobil unit rekam biometrik ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Nah itu juga digunakan ketika kita melayani paspor untuk calon jamaah haji,” katanya.

Ronny menuturkan bagaimana teknis pelayanan “jemput bola” yang dilakukan tim Ditjen Imigrasi kepada para calon jamaah haji yang ingin membuat paspor. “Itu biasanya dikumpulkan di (kantor) kabupaten, kecamatan. Nanti datang kawan-kawan ke sana untuk ambil sidik jari, foto, wawancara cetak di kantor. Lalu kembali lagi serahkan,” ujarnya.

Tujuan diadakan mobil unit rekam biometrik ini, lanjut dia, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan slogan AKTUL (aktif, kreatif, terpecaya unggul logis).

Ronny menuturkan, terobosan ini telah dilakukan secara masif di Cirebon oleh Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim). Trobosan ini dilakukan sebagai bentuk usaha mempertahankan wilayah bebas korupsi atau yang dikenal dengan WBK.”Jadi dia dapat WBK melaksanakan zona integritas,” katanya.
https://www.ihram.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/19/04/12/ppua0g458-ditjen-imigrasi-komitmen-perkuat-pelayanan-untuk-calon-haji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *